Satu Sanad, Seribu Jalur Khidmat: Catatan Haul Ke-30 KH. Mastur Asya
Event Dakwah

Satu Sanad, Seribu Jalur Khidmat: Catatan Haul Ke-30 KH. Mastur Asya

August 03, 2026 3 min read
CMS Profile
Published on August 03, 2026
Last updated: Aug 04, 2026
Satu Sanad, Seribu Jalur Khidmat: Catatan Haul Ke-30 KH. Mastur Asya

Satu Sanad, Seribu Jalur Khidmat: Catatan Haul Ke-30 KH. Mastur Asya

Haul Ke-30 Al-Maghfurlah KH. Mastur Asya menegaskan bahwa ruh keagamaan kitab kuning tetap menyala dalam pelangi profesi dzurriyatnya

Menjaga Ruh Sang Kyai dalam Pelangi Pengabdian

 

BAWANG BATANG JAWA TENGAH  — Angin sejuk Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, seolah berbisik membawa keheningan dan keberkahan. Di Komplek Pondok Pesantren Al-Ikhlas, ratusan sanubari menyatu dalam simfoni doa memperingati Haul Ke-30 Al-Maghfurlah KH. Mastur Asya.

Rangkaian khidmat telah membumbung sejak Kamis, 30 Juli 2026. Dari tahlil khusyuk para santri cilik, untaian manaqib, khataman Al-Qur'an, hingga Mujahadah malam, semuanya bergulir bak tasbih yang tak putus. Puncaknya, pada Ahad, 2 Agustus 2026, halaman pesantren dipenuhi kerinduan para alumni. Alunan shalawat dari grup hadroh “Ngudi Syafa’at”  kian memeluk suasana dengan kehangatan.

 

Jejak Keilmuan dan Pelangi Pengabdian 

Di atas mimbar,KH. Syukri Maulana dari Blado Batang menyampaikan pesan yang menghujam sanubari : 

"Dalam perjuangan, anak seorang kyai tak harus selalu berdiri di atas panggung pesantren. Yang utama adalah bagaimana ia mampu merawat ruh keagamaan di mana pun takdir melangkah."

Pesan itu menjadi cermin indah bagi enam putra-putri Al-Maghfurlah KH. Mastur Asya. Uniknya, meski matang digembleng di berbagai pesantren salaf — seperti Al Munawir Krapyak, Nurul Ummah Kotagede , Futuhiyyah Mranggen, Wahid Hasyim Yogyakarta , Mambaul Ulum Pekalongan , hingga Darul Amanah Sukorejo Kendal Jawa Tengah — serta hampir seluruhnya menimba ilmu di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menguasai kitab kuning, mereka memilih memancarkan keilmuan tersebut sesuai passion masing-masing.  

Dari delapan puta - putri Romo Kyai Mastur yang saat ini masih ada  diantaranya adalah DR (HC) KH. RT. Isqowi Indaddien Masya, S.Ag., M.M. ( Gus Isqowi ) mendirikan Lembaga Dakwah Kemanusiaan Rumah Dai untuk menabur syiar hingga ke mancanegara, sementara KH. RT. Moch Suhaely, S.Ag. (Gus Hely) setia mengasuh PP. Al-Ikhlas Bawang sekaligus menjadi penggerak LD - TQN ( Lembaga Dakwah Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah ) di Kabupaten Batang. Langkah pengabdian juga dilakukan oleh M. Ali Ridho Masya ( Gus Ridho ) yang mengabdi menjaga integritas di DKPP RI Jakarta, serta H. Khomsurrijal Wahibudiyak, S.Ag., ( Gus Khomsu Rijal ) seorang tokoh pers dan mantan Pemred nasional yang kini berkiprah sebagai Staf Khusus Utusan Presiden RI. Tak ketinggalan, M. Awan Jundan Masya, S.Ag. ( Gus Jundan ) bergerak di jalur ekonomi syariah sebagai pengusaha busana sekaligus Pembimbing Haji & Umrah Firdaus Mulia Abadi Solo Jawa Tengah , disempurnakan oleh Nyimas Setyo Intahaina Fil Fitriyati ( Neng Inta ) yang merawat kesehatan masyarakat dengan meneruskan warisan jamu tradisional. 

Kehangatan Silaturahmi dan Doa Keberkahan Majelis ini kian bernas dengan hadirnya Dr. (C) KH. Munawwir, S.H., M.Pd. , Pengasuh Ponpes. Nafidatunnajah Bogor sekaligus Ketua FORMULA  ( Forum Ulama dan Aktifis Islam ) Propinsi Banten yang merajut tali silaturahmi antar-wilayah. Sambutan hangat juga disampaikan oleh perwakilan Camat Bawang, H. Asrori. Dalam sambutannya Gus Isqowi sebagai perwakilan dzurriyah menyelipkan permohonan doa restu dari  jamaah untuk sang istri tercinta yang akan dikukuhkan sebagai Guru Besar / Profesor pada Rabu, 5 Agustus 2026 mendatang.

Haul Ke-30 yang di hadiri oleh utusan dari Koramil , Polsek dan segenap tokoh agama ini menegaskan satu hal: kedalaman kitab kuning dan ikhlasnya doa sang guru tidak pernah padam. Cahaya itu terus berpendar — di pesantren, birokrasi, panggung pers, niaga yang amanah, kearifan herbal, hingga mimbar akademis perguruan tinggi. ( A. Jasmine Bawang , Batang 2 Agustus 2026 ) 

Tags

#kisah islami

Related Articles

Chat with us on WhatsApp